2. Suku Kata (Silabel)
Suku kata adalah bagian kata yang diucapkan dalam satu hembusan napas dan mengandung minimal satu bunyi vokal.
a) Pola Dasar Suku Kata:
V (Vokal) : a -pa, u -da-ra
KV (Konsonan + Vokal): sa -tu, bu -ku
VK (Vokal + Konsonan): ai r, an -tar
KVK (Konsonan + Vokal + Konsonan): ma -k an , ru -m ah
b) Penggalan Suku Kata:
Pena: pe - na (2 suku kata)
Membaca: mem - ba - ca (3 suku kata)
Pendidikan: pen - di - di - kan (4 suku kata)
3. Kata
Kata adalah gabungan dari satu atau beberapa suku kata yang memiliki makna.
a) Kata Dasar: Kata murni yang belum mendapat tambahan atau penambahan.
Contoh: buka , jalan, makan, tulis.
b) Kata Berimbuhan (Afiksasi): Kata dasar yang diberi imbuhan untuk mengubah fungsi atau maknanya.
Awalan (Awalan): me- +baca ; membaca
Sufiks (Akhiran): makan + -an ; makanan
Infiks (Sisipan): tunjuk + -el- ; telunjuk
Konfiks (Gabungan Awalan & Akhiran): per- + satu- an persatuan
c) Kata Ulang (Reduplikasi): Kata yang mengalami berulang.
Utuh: anak-anak
Berimbuhan: berjalan-jalan
Berubah bunyi: sayur-mayur
4. Paragraf
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang padu, disusun secara sistematis, dan membahas satu gagasan utama.
a) Struktur Paragraf
Kalimat Utama (Topik): Kalimat yang mengandung ide/gagasan inti paragraf.
Kalimat Penjelas (Pendukung): Kalimat-kalimat yang berfungsi memberikan rincian, contoh, atau fakta pendukung untuk menjelaskan kalimat utama.
b) Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama
1) Paragraf Deduktif (Awal Paragraf)
Ide pokok disampaikan di awal, lalu diikuti rincian penjelas.
Contoh:
Pohon kelapa merupakan tumbuhan yang sangat serbaguna. Batangnya dapat digunakan sebagai bahan bangunan rumah. Daunnya sering dimanfaatkan untuk membuat ketupat dan kerajinan tangan. Selain itu, buahnya bisa diminum airnya dan diolah dagingnya menjadi minyak.
2) Paragraf Induktif (Akhir Paragraf)
Disajikan rincian khusus terlebih dahulu, lalu diakhiri dengan simpulan/ide pokok.
Contoh:
Tanaman jagung memerlukan penyiraman teratur agar tumbuh subur. Pemupukan secara berkala juga wajib diberikan untuk menjaga kecukupan nutrisi tanah. Tidak lupa, penyiangan gulma harus dilakukan agar tanaman tidak terserang hama. Oleh karena itu, perawatan tanaman jagung memerlukan perhatian yang teliti.
3) Paragraf Campuran (Awal dan Akhir)
Ide pokok diawali di depan dan ditegaskan kembali di akhir paragraf.
Contoh:
Hutan memiliki peran penting sebagai paru-paru dunia. Tumbuh di dalam hutan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup. Tanpa keberadaan hutan, kualitas udara di bumi akan memburuk secara signifikan. Oleh karena itu, kelestarian hutan harus terus kita jaga demi kelangsungan hidup manusia.